Bahasa Jawa Jadi Panggung Prestasi 297 Pelajar Ramaikan FTBI Purbalingga 2026

Bahasa Jawa Jadi Panggung Prestasi 297 Pelajar Ramaikan FTBI Purbalingga 2026

Bahasa Jawa Jadi Panggung Prestasi 297 Pelajar Ramaikan FTBI Purbalingga 2026

Purbalingga - Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Kabupaten Purbalingga Tahun 2026 menjadi panggung bagi ratusan pelajar untuk menunjukkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya Jawa. Mengusung tema “Nguri-uri Basa Jawa, Nglestarikake Budaya, Generasi Muda Minangka Tunas Bangsa”, kegiatan digelar di SMAN 2 Purbalingga, Sabtu (5/9/2026).

 

Sebanyak 297 peserta dari SMP/MTs ambil bagian dalam tujuh cabang lomba, yakni Menulis dan Membaca Aksara Jawa, Menulis Cerkak, Berpidato/Sesorah, Mendongeng, Nembang Macapat, Membaca Geguritan, serta Komedi Tunggal/Ndagel Ijen.

 

Ketua panitia penyelenggara, Sapto Mulwono, S.Pd., mengatakan FTBI menjadi upaya nyata untuk merawat bahasa Jawa di tengah derasnya arus globalisasi.

 

“FTBI merupakan upaya nyata untuk nguri-uri lan ngrawat bahasa Jawa. Tujuannya menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya Jawa sekaligus melestarikannya,” kata Sapto.

 

Ia berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti kompetisi dengan penuh kegembiraan dan keberanian. Menurutnya, kemenangan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan.

 

Sementara itu, Kabid Pembinaan SMP Dindikbud Purbalingga, Priyanto, S.Pd.I., M.Pd., yang mewakili Kepala Dindikbud Purbalingga, menegaskan FTBI bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan ruang belajar, berekspresi, membangun karakter, sekaligus menjaga bahasa leluhur.

 

“Bahasa Jawa memiliki nilai sebagai identitas dan jati diri. Bahasa adalah bagian dari budaya sekaligus menjadi jembatan antargenerasi. Karena itu, di tengah kemajuan zaman, kita harus semakin kuat dengan budaya sendiri,” tegas Priyanto saat membuka kegiatan secara resmi.

 

Ia mendorong generasi muda untuk maju tanpa kehilangan akar, modern tanpa meninggalkan jati diri, dan berkembang tanpa meninggalkan budaya.

 

Priyanto juga mengajak pelajar menggunakan bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari dan lingkungan sekolah, termasuk menguatkan penggunaannya melalui kreativitas di ruang digital. Para guru bahasa Jawa juga didorong semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

 

“Jangan hanya mengejar juara. Bangun keberanian untuk tampil, berkarakter, berani salah dan terus belajar. Tampilkan kemampuan secara maksimal,” pesannya.

 

Ia juga mengingatkan pentingnya penggunaan bahasa Jawa sesuai kebijakan pemerintah daerah, termasuk penerapan penggunaan bahasa Jawa setiap Kamis sebagaimana Perda Provinsi Jawa Tengah Nomor 9 Tahun 2012 dan Pergub Jawa Tengah Nomor 55 Tahun 2014.

 

Berdasarkan rekapitulasi hasil lomba, berikut para juara:

 

Cabang Menulis dan Membaca Aksara Jawa:

Juara I: Sintia Rahmadani — SMP Negeri 1 Bobotsari

Juara II: Gendhis Tantri Wandansari — SMP Negeri 1 Purbalingga

Juara III: Abhuyudaya Pradipta — SMP Negeri 3 Purbalingga

Harapan I: Aysha Ailani Arka — SMP Negeri 2 Mrebet

Harapan II: Mutiara Fikri Fadilah — SMP Negeri 2 Purbalingga

Harapan III: Elshy Zainatul Atsoqiyah — SMP Negeri 3 Karangreja

 

Cabang Mendongeng:

Juara I: Kholilan Rosulina — SMP Negeri 2 Kemangkon

Juara II: Mirza Hibatulloh Khasanin — SMP Istiqomah Sambas Purbalingga

Juara III: Haya Naura Fadil Subroto — SMP Negeri 1 Pengadegan

Harapan I: Adhyastha Prasraya — SMP Negeri 1 Karangmoncol

Harapan II: Satriya Zhafif Priyadi — SMP Negeri 1 Purbalingga

Harapan III: Aqilah Ayudita Inara — SMP Negeri 2 Kejobong

 

Cabang Berpidato/Sesorah:

Juara I: Azzam Khairul Gunawan — SMP Negeri 1 Purbalingga

Juara II: Daimazda Kamila Zakka — SMP Negeri 1 Karangmoncol

Juara III: Syauqina Nurin Imanina — SMP Negeri 2 Purbalingga

Harapan I: Yanuar Aidha Asofi — SMP Negeri 4 Bobotsari

Harapan II: Attaya Azhar Gifaro — SMP Negeri 1 Kutasari

Harapan III: Aneira Vani Pratiwi — SMP Negeri 3 Purbalingga

 

Cabang Menulis Cerkak:

Juara I: Aira Nur Rahma — SMP Negeri 1 Mrebet

Juara II: Arsyfa Salsabila Adristi — SMP Istiqomah Sambas Purbalingga

Juara III: Yasmin Elsa Damara — SMP Negeri 1 Karangmoncol

Harapan I: Nashwa Aprilia Putri — SMP Negeri 1 Kemangkon

Harapan II: Kayyisa Bellvania Afrin — SMP Negeri 1 Purbalingga

Harapan III: Nicholas Damar P — SMP Negeri 2 Bukateja

 

Cabang Membaca Geguritan:

Juara I: Aribah Nur Muflikhah Kultsum — SMP Negeri 1 Bobotsari

Juara II: Nadhifa Nailah Athaya — SMP Negeri 1 Purbalingga

Juara III: Shilla Dwi Asanti — SMP Negeri 3 Kutasari

Harapan I: Azzam Nabhan Zulfadli — SMP Negeri 1 Rembang

Harapan II: Julio Nur Saputra — SMP Negeri 2 Bukateja

Harapan III: Rasika Tarifa — SMP Negeri 5 Purbalingga

 

Cabang Nembang Macapat:

Juara I: M. Widodo Panca Prasetyo — SMP Negeri 1 Kertanegara

Juara II: Handinata Banu Widyadhana — SMP Negeri 4 Karangmoncol

Juara III: Queenza Adelia Athfah Jasmine — SMP Istiqomah Sambas Purbalingga

Harapan I: Azahra Syifa Amanda — SMP Negeri 1 Padamara

Harapan II: Relina Indah Maharti — SMP Negeri 1 Rembang

Harapan III: Wisnu Prawira — SMP Negeri 1 Kejobong

 

Cabang Komedi Tunggal/Ndagel Ijen:

Juara I: M. Khoerul Anam — SMP Negeri 2 Bukateja

Juara II: Hessa Zaidan Ar Rafii — SMP Negeri 5 Mrebet

Juara III: Razio Hanan Januar — SMP Negeri 1 Purbalingga

Harapan I: Kalingga Dulhanino Akbar — SMP Istiqomah Sambas Purbalingga

Harapan II: Giesta Frisky Desviantika — SMP Negeri 1 Kemangkon

Harapan III: Amelia Khoerulnisa — SMP Negeri 2 Kertanegara

 

Prestasi para juara tersebut menjadi gambaran bahwa bahasa Jawa tidak sekadar warisan masa lalu, tetapi dapat terus hidup melalui kreativitas dan keberanian generasi muda.

 

“Nguri-uri basa Jawa, nglestarekake budaya, supaya tunas bangsa tetep duwe akar lan jati diri.” (RP)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow