Babinsa Panen Padi Bersama Petani Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan di Kutayasa
Babinsa Panen Padi Bersama Petani Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan di Kutayasa
Banjarnegara - Sinar matahari belum terlalu terik saat Serda Untung Anang Sumarko, Babinsa Desa Kutayasa, sudah berada di pematang sawah bersama petani. Lengkap dengan seragam loreng dan caping di kepala, ia ikut memanen padi bersama Bapak Mudatsir, salah satu anggota Kelompok Tani Sumber Rejeki, di hamparan sawah seluas 1.200 meter persegi. Jumat (23/05/2025).
Padi jenis Inpari 49 yang ditanam pada masa tanam pertama (MT I) tahun 2025 itu tumbuh subur, bulir-bulirnya tampak padat dan menguning sempurna pertanda musim panen telah tiba.
“Ini bukan kali pertama kami mendampingi petani, tapi setiap panen selalu membawa rasa syukur tersendiri,” ungkap Serda Untung di sela-sela aktivitas memotong batang padi. Ia menyampaikan, keberhasilan panen ini adalah buah dari kerja keras para petani mulai dari pengolahan tanah, penyemaian benih, pemupukan, hingga perawatan intensif.
“Semua proses itu dilakukan dengan penuh kesabaran dan ketelatenan. Ditambah ketersediaan air irigasi yang memadai, hasilnya pun sangat memuaskan,” tambahnya.
Kehadiran Babinsa di sawah tidak sekadar simbol dukungan, tapi menjadi bagian nyata dari sinergi antara TNI, petani, dan penyuluh pertanian dari BPP Kecamatan Bawang. Pendampingan dilakukan tidak hanya saat panen, tapi juga pada masa tanam hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman.
“Dengan terus menjalin komunikasi dan kerja sama, jika ada kendala di lapangan, kita bisa cepat bertindak. Ini penting agar para petani tidak merasa sendiri dalam menghadapi tantangan pertanian,” jelasnya.
Langkah Serda Untung Anang dan rekan-rekannya di Koramil 10/Bawang menjadi bukti bahwa ketahanan pangan bukan sekadar slogan. Ini adalah kerja nyata yang dimulai dari sawah-sawah sederhana di desa seperti Kutayasa. Dengan semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI-rakyat, cita-cita swasembada pangan nasional terus dijaga dan diperjuangkan.
“Selagi ada petani yang menanam, akan selalu ada harapan untuk negeri ini,” pungkasnya sambil tersenyum, menatap hamparan sawah yang baru saja dipanen.(Pendimbna).
What's Your Reaction?