Banjarnegara Siaga Apel Gelar Pasukan Tegaskan Komitmen Hadapi Bencana
Banjarnegara Siaga Apel Gelar Pasukan Tegaskan Komitmen Hadapi Bencana
Banjarnegara - Tepat di depan Pendopo Kabupaten Banjarnegara, tampak berbeda pada Jumat (08/08/2025). Deretan kendaraan taktis, perlengkapan evakuasi, hingga ratusan personel dari berbagai unsur memenuhi lokasi. Mereka hadir dalam Apel Gelar Pasukan dan Perlengkapan Kebencanaan Kabupaten Banjarnegara Tahun 2025, ,, yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Banjarnegara H. Wakhid Jumali, L.C, bersama Dandim 0704/Banjarnegara Letkol CZI Teguh Prasetyanto, S.T., dan Kapolres Banjarnegara AKBP Mariska Fendi Santoso, S.H., S.I.K., M.M.
Dalam amanatnya, Bupati Amelia Desiana menekankan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang rawan terjadi di wilayah Banjarnegara.
“Kegiatan ini adalah bentuk komitmen kita bersama untuk mengecek kesiapan personel dan peralatan. Banjarnegara adalah salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan bencana cukup tinggi, maka mitigasi menjadi sangat penting,” ungkapnya tegas.
Banjarnegara memang dikenal memiliki kontur geografis yang rawan terhadap bencana seperti tanah longsor, banjir, dan pergerakan tanah. Pemerintah daerah pun telah menetapkan status siaga bencana selama 90 hari ke depan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim penghujan.
Dalam sambutannya, Bupati Amelia juga menggarisbawahi pentingnya sinergi lintas sektor antara TNI, Polri, BPBD, Dinas Sosial, PMI, relawan, dan elemen masyarakat lainnya.
“Apel ini menjadi titik tolak penguatan koordinasi dan kolaborasi. Tugas penanganan bencana harus dilakukan secara proporsional, sesuai dengan fungsi dan tanggung jawab masing-masing. Tujuan akhirnya adalah menjadikan Banjarnegara sebagai daerah tangguh bencana, tidak hanya di tingkat kabupaten, tapi juga provinsi,” ujarnya optimis.
Tak hanya itu, Bupati juga menaruh perhatian besar pada kesiapsiagaan berbasis keluarga sebagai lini pertama menghadapi risiko bencana.
“Kesiapan harus dimulai dari rumah. Ketika keluarga siap, maka masyarakat siap. Karena lebih dari 70 persen wilayah kita masuk kategori rawan bencana, terutama di musim penghujan. Maka tidak ada kata lain: kita harus selalu siaga,” tegasnya.
Apel kesiapsiagaan ini menjadi simbol kuat bahwa Banjarnegara tidak tinggal diam dalam menghadapi ancaman alam. Melalui sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, upaya penanggulangan bencana tidak hanya menjadi tugas negara, tapi menjadi panggilan bersama untuk saling menjaga.(Pendimbna).
What's Your Reaction?