Kasdim 0704 Banjarnegara Pimpin Upacara 17-an Tekankan Kesiapsiagaan Hadapi Kekeringan dan Karhutla

Kasdim 0704 Banjarnegara Pimpin Upacara 17-an Tekankan Kesiapsiagaan Hadapi Kekeringan dan Karhutla

Kasdim 0704 Banjarnegara Pimpin Upacara 17-an Tekankan Kesiapsiagaan Hadapi Kekeringan dan Karhutla

Banjarnegara - Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0704/Banjarnegara Mayor Inf Saeroji memimpin Upacara Bendera 17-an bulan September 2026 di Lapangan Makodim 0704/Banjarnegara, Kamis (17/9/2026).

 

Upacara berlangsung tertib dan lancar serta diikuti oleh para Perwira, Bintara, Tamtama dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kodim 0704/Banjarnegara. Dalam kesempatan tersebut, Mayor Inf Saeroji membacakan amanat Panglima Kodam IV/Diponegoro yang berisi sejumlah penekanan terkait pelaksanaan tugas, disiplin, pembinaan satuan, kesehatan personel hingga kesiapsiagaan menghadapi dampak musim kemarau.

 

Mengawali amanatnya, Pangdam IV/Diponegoro menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit dan PNS Kodam IV/Diponegoro atas dedikasi, loyalitas dan pengabdian yang telah diberikan selama ini.

 

Pangdam juga menekankan pentingnya seluruh personel untuk terus menjunjung tinggi integritas dan moralitas dalam setiap pelaksanaan tugas. Nilai tersebut menjadi landasan penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas satuan.

 

Salah satu perhatian utama dalam amanat tersebut adalah kondisi musim kemarau yang masih berlangsung. Kekeringan berpotensi menimbulkan krisis air bersih sekaligus meningkatkan kerawanan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

 

Berdasarkan peringatan dini BMKG untuk dasarian II September 2026, Banjarnegara termasuk wilayah Jawa Tengah yang berada dalam status Awas kekeringan meteorologis.

 

Merespons kondisi tersebut, seluruh Dansatkowil jajaran Kodam IV/Diponegoro diperintahkan mengambil langkah proaktif dengan melakukan mitigasi, memperbarui peta wilayah rawan serta turun langsung untuk mengetahui kondisi riil di lapangan.

 

Khusus wilayah yang mengalami krisis air bersih, satuan diminta segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, PDAM dan instansi terkait untuk mengerahkan personel serta sarana angkut guna mendistribusikan bantuan air secara tepat sasaran kepada masyarakat.

 

Dalam amanatnya, Pangdam juga menekankan pentingnya tata kelola institusi TNI yang bersih, profesional, transparan dan akuntabel. Pengelolaan anggaran serta Barang Milik Negara (BMN) harus dilaksanakan secara tertib dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Para Komandan Satuan diminta meningkatkan pengawasan melekat dan pengendalian internal. Setiap temuan maupun rekomendasi hasil pengawasan Inspektorat Kodam dan Audit Kinerja Itjenad juga harus ditindaklanjuti secara tuntas dan tepat waktu.

 

Menjelang berakhirnya program anggaran Triwulan III TA 2026, seluruh satuan kerja jajaran Kodam IV/Diponegoro diminta segera melakukan pengecekan konkret terhadap daya serap anggaran dan capaian program kerja satuan.

 

Waktu yang tersisa harus dioptimalkan untuk menyelesaikan seluruh administrasi pertanggungjawaban keuangan secara akuntabel, tepat waktu dan bebas dari penyimpangan. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga tertib administrasi serta mendukung terwujudnya laporan keuangan yang berkualitas dan berkelanjutan.

 

Pangdam juga memberikan perhatian terhadap kondisi disiplin dan keselamatan personel. Berdasarkan data pengamanan tubuh Kodam IV/Diponegoro sejak Januari 2026 hingga saat ini, tercatat 59 kasus pelanggaran hukum, disiplin dan tata tertib yang melibatkan 78 personel. Pelanggaran tersebut didominasi kasus desersi, THTI, asusila dan penipuan.

 

Selain itu, tercatat 71 kasus personel meninggal dunia, yang terdiri atas 66 kasus karena sakit, empat kasus akibat kecelakaan lalu lintas dan satu kasus bunuh diri.

 

Menyikapi kondisi tersebut, para Komandan Satuan diperintahkan untuk meningkatkan pengawasan melekat, membangun komunikasi dua arah serta meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan dan keselamatan personel.

 

Pengawasan dan komunikasi yang baik dinilai penting untuk mendeteksi persoalan maupun tekanan yang dihadapi prajurit sejak dini. Di sisi lain, disiplin berlalu lintas dan kepedulian terhadap kesehatan juga harus terus ditingkatkan untuk menekan risiko kerugian personel.

 

Dalam bidang kesehatan, tercatat sebanyak 859 prajurit dan PNS Kodam IV/Diponegoro menderita penyakit menahun atau kronis pada Triwulan III TA 2026.

 

Pangdam mengingatkan bahwa kesehatan merupakan aset sekaligus investasi jangka panjang. Karena itu, seluruh personel diminta menjaga pola hidup sehat dan rutin berolahraga.

 

“Lebih baik mencegah daripada mengobati,” menjadi prinsip yang kembali ditekankan sebagai bagian dari upaya menjaga kesiapan personel.

 

Sementara dalam pembinaan personel, penataan harus dilakukan secara objektif dengan prinsip right man on the right place. Pertimbangan meliputi pangkat, jabatan, kompetensi, pendidikan dan kebutuhan organisasi.

 

Hal tersebut termasuk dalam penyiapan personel untuk memenuhi kebutuhan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yon TP) dari satuan teritorial jajaran Kodam IV/Diponegoro.

 

Pangdam turut mengapresiasi satuan jajaran Kodam IV/Diponegoro yang terus berperan aktif membantu masyarakat, termasuk dalam upaya menekan angka stunting melalui pengoperasian dapur sehat.

 

Selain itu, kerja sama dengan Bulog dalam penyerapan gabah nasional (Sergap) juga disebut telah mencapai 611.139,21 ton atau 107,11 persen di wilayah Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta.

 

Berbagai capaian tersebut semakin diperkuat melalui kegiatan bakti kesehatan, karya bakti dan bakti sosial dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI dan HUT ke-76 Kodam IV/Diponegoro. Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kehadiran TNI dalam membantu mengatasi berbagai kesulitan masyarakat di wilayah Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta.

 

Menutup amanatnya, Pangdam kembali mengingatkan seluruh prajurit agar bijak dalam menggunakan media sosial. Personel diminta tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya, menjauhi segala bentuk pelanggaran hukum serta senantiasa menjaga kehormatan diri, keluarga, satuan dan institusi TNI Angkatan Darat.

 

Upacara Bendera 17-an tersebut menjadi momentum bagi seluruh personel Kodim 0704/Banjarnegara untuk kembali memperkuat disiplin, integritas dan kesiapsiagaan dalam menjalankan tugas.

 

Di tengah tantangan kekeringan, potensi Karhutla, tuntutan tertib administrasi serta pembinaan personel, setiap prajurit dituntut mampu menjalankan tugas secara profesional sekaligus tetap hadir memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

Dari lapangan upacara, pesan kedisiplinan kembali diteguhkan: prajurit yang profesional adalah prajurit yang siap bertugas, peduli terhadap rakyat dan mampu menjaga kehormatan satuan.(Pendimbna)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow