Koramil 03 Wanadadi Bersama Poktan Ngudi Rahayu Laksanakan Pengerasan Jalan Jaringan Utama Pertanian
Koramil 03 Wanadadi Bersama Poktan Ngudi Rahayu Laksanakan Pengerasan Jalan Jaringan Utama Pertanian
Banjarnegara - Koramil 03/Wanadadi bersama Kelompok Tani (Poktan) Ngudi Rahayu melaksanakan kegiatan pengerasan jalan jaringan utama pertanian di Desa Medayu, Kecamatan Wanadadi. Pengerasan menggunakan koral ini dilakukan sepanjang 400 meter, sebagai upaya meningkatkan akses petani menuju lahan serta mempermudah distribusi hasil pertanian, Jumat (18/12/2025).
Kegiatan ini merupakan swadaya dari Poktan Ngudi Rahayu, berdasarkan hasil musyawarah kelompok atas kondisi jalan JUT yang mulai rusak dan semakin memperburuk mobilitas para petani. Kondisi jalan sebelum pengerasan juga menjadi perhatian utama.
Pada musim penghujan seperti sekarang, jalan tersebut sering becek, licin, dan berlubang, sehingga menyulitkan petani saat melintas. Beberapa titik bahkan tak bisa dilalui kendaraan pengangkut hasil panen karena genangan air dan tanah berlumpur. Situasi inilah yang mendorong Poktan bergerak cepat melakukan pengerasan secara swadaya.
Dalam kegiatan ini. Babinsa yang mendampingi terdiri dari: Serda Joni, Sertu Daryo, Praka Purwanto, dan Koptu Sigit, yang turut membantu pelaksanaan di lapangan bersama para petani.
Anggota Poktan, Pak Sutar, menyampaikan bahwa perbaikan ini sangat dibutuhkan oleh para petani. “Kami sepakat melakukan pengerasan secara swadaya karena jalan ini sangat penting bagi aktivitas petani. Dengan diperbaiki, akses ke sawah lebih lancar dan pengangkutan hasil panen menjadi lebih mudah,” ujarnya.
Dihubungi melalui sambungan telepon, Danramil 03/Wanadadi Mayor Arh Rahmun menyampaikan apresiasi atas kekompakan dan keswadayaan para petani.
“Kami sangat mengapresiasi semangat gotong royong Poktan Ngudi Rahayu. Koramil selalu siap mendukung kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam peningkatan kesejahteraan petani,” tegas Danramil.
Kegiatan berjalan lancar dengan penuh semangat kebersamaan antara Babinsa, para petani, dan masyarakat setempat.
What's Your Reaction?