Menteri PMK dan Kepala BNPB Tinjau Lokasi Longsor Situkung

Menteri PMK dan Kepala BNPB Tinjau Lokasi Longsor Situkung

Menteri PMK dan Kepala BNPB Tinjau Lokasi Longsor Situkung

Banjarnegara - Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Lukman Hakim, M.Han, Dandim 0704/Banjarnegara Letkol Czi Teguh Prasetyanto, ST dan Bupati Banjarnegara dr. Amelia Desiana, , mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI, Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc, bersama Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M, turun langsung meninjau titik-titik longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum yang hingga kini masih labil, mereka menapaki jalur licin dan bergelombang untuk memastikan langkah penanganan berjalan tepat dan cepat. Selasa (18/11/2025).

 

Turut hadir di lokasi Kepala BPBD Provinsi Jateng Bergas Catursasi Penanggungan, Kabasarnas Prov Jateng Budiono, Wakapolres Banjarnegara Kompol Handoyo, SH, MH, Wakil Bupati Banjarnegara H. Wahid Jumali, LC., Kepala BPBD Banjarnegara Aji Piluroso, S.STP, Forkompinca Pandanarum.

 

Bupati Banjarnegara, dr. Amelia Desiana, menjelaskan bahwa kondisi tanah di lokasi longsor masih sangat labil. “Tempat kejadian belum bisa dievakuasi karena masih rawan. Kita menunggu tanah benar-benar kering,” ujarnya.

 

Bupati menambahkan bahwa warga terdampak telah ditempatkan di lima titik pengungsian, yaitu GOR Desa Beji, GOR Kecamatan Pandanarum, Korwil Pandanarum, dan GOR Desa Pringgamba. Sementara itu, sekitar 200 anak sekolah terdampak situasi ini. Pemerintah daerah sedang menyiapkan skema agar aktivitas belajar dapat segera kembali berjalan. “Huntara akan kita siapkan, dan ke depan kami berharap Banjarnegara memiliki konservasi yang lebih kuat,” tambah Bupati.

 

Kepala BNPB Suharyanto memaparkan perkembangan penanganan bencana. Setelah meninjau langsung area longsor, ia menegaskan bahwa upaya evakuasi akan segera dimaksimalkan dalam 1–2 hari ke depan.“Kemungkinan besok atau lusa kita lakukan evakuasi besar-besaran,” katanya.

 

Kepala BNPB menyebutkan bahwa hingga saat ini dua korban meninggal telah ditemukan, sementara 26 orang masih dinyatakan hilang. “Bagaimanapun caranya, 26 orang itu harus kita temukan,” tegas Suharyanto.

 

Ia juga meminta agar jumlah relawan dan pengungsi dikelola dengan baik agar proses penanganan lebih cepat.Terkait relokasi, BNPB berkomitmen mempercepat penentuan lahan dan pembangunan hunian tetap.“Pengungsi akan tetap berada di pengungsian hingga 2025. Tahun 2026 hunian tetap selesai dan bisa ditempati,” jelasnya.

 

Menteri PMK Pratikno menekankan bahwa selain evakuasi fisik, masyarakat membutuhkan pendampingan psikologis, terutama anak-anak yang mengalami trauma akibat bencana.

“Untuk pengungsi, terutama anak-anak, harus kita temani dengan layanan psikososial,” ujarnya.

“Pasca rekonstruksi nanti, bupati harus cepat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.”

 

Menteri PMK juga menegaskan bahwa penggunaan alat berat diperlukan untuk mempercepat pencarian korban dan pembersihan material longsor.

 

Pratikno menutup kunjungannya dengan memberikan apresiasi kepada semua pihak.

“Terima kasih kepada Pemda, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat yang telah bekerja keras. Semoga penanganan bencana ini cepat selesai,” ujarnya.(Pendimbna).

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow